Tugas Cerpen B.indonesia (1)

TIDAK HARUS SELALU MANIS

Sore itu rumah masih sepi hanya ada adik dan mba’ yang bekerja di rumah, ayah dan ibu kelihatannya belum pulang. Aku baru saja pulang dari sekolah saat itu, langsung saja aku berganti pakaian, cuci kaki dan tangan kemudian langsung menuju meja makan untuk segera makan.

Saat sedang makan terdengar suara mobil ibu, beliau baru pulang dari kantor. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara mobil ayah, beliau juga baru pulang dari kantor.

Semenjak ayah dan ibu bekerja di kantor yang baru mereka selalu pulang sore, tapi untung saja mereka tidak pulang pagi seperti kebanyakan orang tua yang ada di sinetron di televisi.

Ayah dan ibu langsung berganti pakaian kemudian makan dan istirahat sejenak.

Sampai tiba-tiba aku cek-cok dengan ibu karena tidak satu pendapat, hanya berselisih paham namun tidak sampai saling membentak, saat itu kami sama-sama sedang lelah sehingga jadi terbawa emosi. Akhirnya kami tidak saling tegur sampai malam.

Esok paginya kami juga masih tidak saling tegur, saat akan berangkat sekolah aku biasanya minta uang sangu pada ibu, tapi hari ini tidak karena aku masih sedikit kesal dengan ibu begitu pula ibu. Akhirnya aku minta uang sangu pada ayah. Dan itu terus berlanjut selama beberapa hari, sungguh tidak nyaman rasanya kalau ada di rumah saat suasana seperti ini.

Suatu hari di sekolah saat jam kosong aku bersama beberapa temanku bercerita berbagi pengalaman tentang keluarga masing-masing. Ternyata bukan Cuma aku yang sering berselisih paham dengan ibu seperti itu, teman-teman juga banyak yang seperti itu.

Sejenak aku berfikir. Ibu, aku memang tidak sperti anak-anak lain yang bisa dengan mudah memeluk, mencium, curhat, dan menyatakan rasa sayangnya secara langsung kepada ibu. Dari kecil aku sudah tidak terbiasa melakukan itu, dan saat aku harus melakukan itu semua itu akan terasa sangat janggal untukku.

Jujur aku sangat ingin seperti anak-anak lain yang selalu bilang ‘AKU SAYANG IBU’ sambil mencium dan memeluk erat ibu mereka saat hari ibu tiba.

Aku sangat ingin seperti anak-anak lain yang curhat setiap malam tentang aktivitas mereka hari ini pada ibu mereka masing-masing.

Aku ingin bisa menangis dan mengadu pada ibu saat aku dilanda masalah, aku ingin meminta solusi atas masalah-masalah itu dari ibu ku sendiri.

Tapi itu semua Cuma sebatas keinginan, walaupun aku sangat ingin sangatlah sulit untuk merealisasikannya. Ibu dan aku punya pribadi sama, kami sama-sama tidak terallu mementingkan hal itu, kami tidak biasa untuk saling bermanis-manis ataupun bermanja-manja. Maka dari itu akan sangat sulit untuk melakukan itu.

Tidak terkecuali untuk tiap perselisihan kami, termasuk perselisihan yang ini. Tidak ada pihak yang akan meminta maaf dengan cara-cara yang manis seperti di televisi. Semua akan menjadi baik dengan sendirinya, karena nantinya pasti akan ada salah satu yang membutuhkan dan akhirnya menyapa duluan.

Untuk yang ini pun aku tidak meminta maaf secara langsung pada ibu langsung saja kami berteguran seperti biasa walaupun masih dengan suasana yang dingin, namun setidaknya sudah jauh lebih baik.

Maaf ibu anak mu ini sudah terlalu banyak berdosa pada mu, sudah terlalu sering membuat ibu kesal dan amarah.

Maaf ibu anakmu ini tidak pernah memeluk ibu, tidak pernuh mencium kening ibu, tidak pernah merangkul ibu.

Maaf kalau kado hari ibu saat aku masih kelas 5 SD itu jadi kado ku yang terakhir untuk mu di hari ibu.

Dan maaf ibu, aku tidak pernah bilang ‘AKU SAYANG IBU’ secara langsung pada ibu.

Maaf kan anakmu yang masih kecil ini ibu.

Terimakasih ibu tidak pernah memaksa aku untuk melakukan itu semua. Terimakasih ibu karena ibu mengerti kalau aku tidak biasa untuk melakukan hal-hal seperti itu.

Yang pasti, ibu selalu ada dalam setiap do’a ku, dalam setiap perjalanan ku. Dari ibu lah aku banyak belajar.

Ibu tak perlu tau dan aku tak perlu memunjukkan seberapa besar rasa sayang dan cintaku untuk ibu. Percayalah bu, anakmu yang masih kecil ini akan selalu berusaha untuk menjaga nama baik keluarga, menjaga hati ibu, dan anakmu ini akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi ibu. Dan anakmu ini akan membuktikan bahwa ia pantas menjadi seorang anak dari ibu yang mulia seperti dirimu.


MySpace

9 komentar:

AkaneD'SiLa mengatakan...

:(
pen nangis baca ini
cerpen ini sama yak aku
aku juga gitu
gak pernah bermanis manja ma orangtua
khususnya ibu
curhat pun gak pernah
bilang aku sayang ibu secara langsung aja malu bangetz
seolah 'ini bukan diriku, aku ini cuek, gak mungkin ngomong gitu'
ya itu yang selalu ada dipikiranku
selalu gitu
tapi ibu selalu ada dihatiku selamanya

:D
sayangilah ibunya selagi masih ada
:D

inidita mengatakan...

huhuhuhu ternyata bukan cuma ak sendiri yang kaya gt.
ayoo syangi ibu kita !

M.Malik Al'Adly mengatakan...

bner" bkin trharu..
pengen nangis rasa ny..
ap karena sy BANYAK SALAH sama ibu ya.. :'(

inidita mengatakan...

hohoho maybe yeee
buruan minta maap sana

anisa zahra mengatakan...

marshaa .
aku nangis bacanya :'(

inidita mengatakan...

hihihihi bagus tak mb??
hayuu tobat dri sekarang :D

Silvia siiphi mengatakan...

aku juga gtu lo tun.
gx biasa sok manis2 gtu. geli.
hihii

inidita mengatakan...

hihi sma ya pi, yg penting aku sayang ibuuu!!! oke?!

Silvia siiphi mengatakan...

iya dongse, syg bgt :) :*