Bersyukur

Well, selama hampir 6 tahun di Jakarta hidup gue bukan yang nyaman-nyaman banget. Bukannya pelit (tapi emang iya sih :p) atau gimana... gue mencoba keras sama diri sendiri biar minimal gue punya "bekal"untuk di hari-hari kedepan.

Sekarang tu gue tinggal di tengah kota tapi kerja di daerah perbatasan antara Jakarta dan Cengkareng, masih jakarta barat sih tapi ngesot dikit udah masuk cengkareng.
Nahhh gue pulang pergi kerja itu naik transjakarta terus nyambung ojek online, jalannya sering lewat gang-gang sempit biar gak macet.
Setelah kerja gue makin tersadar, apalagi setelah melihat lebih banyak jenis rupa manusia dengan kepentingan dan kesibukannya masing-masing.

Banyaaaaak banget sebenernya yang gue liat. Gak perlu gue jelasin deh "pemandangan" seperti apa yang buat gue tersadar nanti terlalu mendramatisir :p , kalian cukup berjalan keluar sedikit dan lihat sekeliling kalian.
Dan hikmah yang didapat, gue semakin malu untuk mengeluh dan tidak bersyukur atas apa yang gue punya sampai detik ini.
Kadang kalau lagi capek atau bete sama kehidupan terus langsung mikirin "pemandangan" yang gue liat selama perjalanan ke kantor. Langsung maluuuu banget dan berasa egois banget kalau mau ngeluh, hufff.
Yaaa manusiawi memang mengeluh itu, sampe sekarang juga gue masih suka ngeluh dan kurang bersyukur tapi setidaknya mulai bisa berkurang sedikit-sedikit dan minimal gak usah diutarakan, simpen aja rapet-rapet dalam hati terus langsung inget-inget mereka-mereka yang gak seberuntung kita.

Dasarnya manusia emang gak pernah puas tapi terlalu egois rasanya kalau masih mengeluh dengan apa yang dipunya saat ini, mereka yang serba seadanya aja masih bisa bahagia (setidaknya itu yang gue liat).

Alhamdulillah

JAKARTA (Love Hate Relationship)

WOW sudah 2018!!!
Jadi sudah 2 tahun yang lalu nulis di blog ini. Gak deng, sering nulis cuma di draft aja he he he.

Jadi gini... sekarang udah mau 6 tahun numpang tinggal di Jakarta. Pingin cerita aja gimana hubungan kami selama ini dan apa aja yang udah gue dapet.

Pertama-tama gue sangat bersyukur dulu memutuskan untuk merantau. Kenapa Jakarta? Pertama ini provinsi di luar tanah kelahiran yang paling sering gue datengin, terus jaraknya cuma beberapa jam dengan rumah via darat+laut, dan karena banyak saudara disini. Oiya satu lagi, karena semua mua nya ada di Jakarta.
Iya bener semuanya ada disini, yang ga ada disini cuma RUMAH (Ayah, Ibu, keluarga, dan kenyamanannya). Mungkin cuma itu satu-satunya hal yang gue gak suka dari berada di Jakarta. Sisanya semakin kesini gue semakin bisa berdamai.

Hasil yang paling kerasa akhir-akhir ini dari merantau adalah gue lebih mengenal diri gue sendiri. Mungkin gue telat yaa baru mengenal diri sendiri beberapa tahun belakangan.. but everyone have their own time zone right?
Dulu... di rumah itu semua semua tersedia dan ada yang ngurus, no, maksud gue bukan yang apa-apa diurusin macem princess. Di rumah itu ada ayah ibu, mau apa tinggal bilang, mereka yang ngurusin listrik bayar ini itu dan lain-lain (paham kan maksudnya gimana?). Gue jadi ngga tau mana yang sebenar benarnya gue mau dan baik buat gue, yaa dicekokin dan ngikutin alur aja gitu.
Lalu... semenjak merantau semua muanya harus ngurusin sendiri apalagi semenjak udah kerja, beli ini itu, ngatur keuangan, catat pengeluaran pemasukan, interaksi sama orang lain, dan banyak lagi, semuanya demi bertahan hidup disini.
Dari semua itu secara gak sadar jadi belajar mengenal diri sendiri. Dulu cuma mikir kok gue gini ya? kenapa? kenapa gue gak bisa begitu?
Sekarang pelan-pelan mulai mencari jawabannya, meluruskan benang kusutnya, dan akhirnya menerima diri sendiri ini yang paling penting.
Sekarang jadi sering bergumam dalam hati, O... ternyata gue tu gak suka begini. Ooo... ini ni yang gue banget. Ooo... gue beda sama mereka. Dan lain-lain.

Mungkin ini yang kata orang proses mencari jati diri. Dan sampe sekarang pun gue masih terus "mencari" dan berusaha "berdamai" untuk diri sendiri.

Terima kasih Jakarta atas semua baik buruknya.
I believe everything happens for a reasons.

Highlights Of The Year (2016)


Hi!
Jadi.. sampai di bulan ke-11 di tahun 2016 ini ada beberapa hal penting yang sudah gue lewati.

First...
Akhirnyaa I can say.. I'am not a college student anymore *yeay!*
Alhamdulillah selesai tepat waktu, ideal, gak kurang, gak lebih, 4 tahun (ini waktu paling cepat buat anak DKV-- yang mereka bilang sih gitu--).
Tanggal 30 Agustus 2016 Alhamdulillah sidang Tugas Akhir (TA) gue dengan judul, "Perancangan Kembali Desain Logo, Kemasan, dan Promosi Keripik Pisang Khas Lampung Metro Snack" dapat terlewati dengan baik walaupun seharian itu entah dateng dari mana tiba-tiba flu berat sampe ngabisin sekotak tisu dan mungkin bikin orang-orang di sekitar jijik hahaha.
Segitu cintanya sama Lampung, sampe sampe dibawa ke TA? Yes!
I always love my hometown dengan segala kekurangan dan kelebihannya
seperti salah satu kutipan yang kalau gak salah gue baca di nove Negeri 5 Menara *CMIIW*
merantaulah. . . akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya, pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan
And that's 100% true.
Hasil Tugas Akhirnya? Sampai detik-detik terakhir menjelang sidang pun sempet gak pede sama yang udah dikerjain, kalau inget prosesnya.. duh... :")) tapi yaudah pasrah aja. Alhamdulillah tanggal 16 Oktober 2016 sah lulus dari sini dengan hasil yang memuaskan, dengan pujian. Alhamdulillah bisa sedikiiiittt buat ayah ibu seneng ;)
Terimkasihhhhhhhhh banyak buat semua pihak, orang-orang, pokoknya semua yang sudah terlibat, yang sudah ikut repot dalam TA ini, tanpa kalian aku ini apa :")

Sedikit buat kenang-kenangan

Sidang TA

Printilan yang bikin kepikiran


16 Oktober 2016


Second...
Alhamdulillah tanggal 15 Agustus 2016 kemarin Ayah dan Ibu berangkat ibadah haji berdua selama kurang lebih 40 hari. Udah was was takut aja kalau wisuda ntar sendirian ayah ibu masih disana hehehe.
Ini momen penting buat kami, pasti. Seneng bisa di doain langsung dari sana buat TA dan sidang Dita.

Ayah Ibu pulaaaang

Yak itulah beberapa momen penting di tahun 2016 yang harus dicatat dalam sejarah keluarga kami.
Sekarang gue masih di perantauan mulai mencari "kesibukkan". Gak mau mencari "kesibukan" dari rumah, karena kalau di rumah itu terlalu nyaman mau apa-apa ada jadi kenapa harus mencari-cari, ya kan?
Seperti yang di foto ini --screenshoot dari snapchatnya mba dian sastro waktu dia datang ke pameran di Ruci Art Space bulan Mei lalu--
Highlight, bold, italic, underline
3 kalimat terakhirnya